Senin, 19 Desember 2011

LAPORAN PRAKTIKUM TAKSONOMI TUMBUHAN ACARA V Deskripsi dan Morfologi Tumbuhan Family Solanaceae, Cruciferae, Malvaceae, Oxilidaceae


LAPORAN PRAKTIKUM
TAKSONOMI TUMBUHAN
ACARA V
Deskripsi dan Morfologi Tumbuhan
Family Solanaceae, Cruciferae, Malvaceae, Oxilidaceae




Disusun Oleh :

Nama     : Igar Riswanto
NIM       : A1L010116
Rombongan     : C1




KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
UNIVERSITAS JENDRAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PERTANIAN
AGROTEKNOLOGI
PURWOKERTO
2011
I.     Metode Praktikum

A.        Alat dan bahan
Alat-alat yang digunakan dalam praktikum kali ini antara lain adalah alat tulis, kertas buram, penggaris. Sedangkan dahan-bahan yang digunakan dalam praktikum kali ini antara lain tumbuhan family Solanaceae, Cruciferae, Malvaceae dan Oxilidaceae.
B.        Cara kerja
1.         kertas buram sebanyak 2 lembar disiapkan
2.        Gambar tanaman yang telah disediakan
3.        Beri keterangan morfologi pada setiap tanaman yang diamati




















II.         PEMBAHASAN

A.      Rosela (Hibiscus sabdariffa L.)
B.      Hibiscus sabdariffaKlasifikasi
Kingdom
       : Plantae (Tumbuhan)
 Subkingdom
   : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
 Super Divisi
   : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi
          : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas
          : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
 Sub Kelas
     : Dilleniidae
Ordo
          : Malvales
Famili
         : Malvaceae (suku kapas-kapasan)
Genus
          : Hibiscus
Spesies
        : Hibiscus sabdariffa L.
Kerabat Dekat
Waru Gunung, Mrambos Merah, Kembang Sepatu, Wora-wari Gantung, Waru Gombong, Bunga Sepatu Mawar, Waru Lengis, Waru Landak, Hibiscus, Yute Jawa
C.      Deskripsi Tanaman
Rosela merupakan herba tahunan yang bisa mencapai ketinggian 0,5-3 meter, Batangnya bulat tegak, berkayu, dan berwarna merah. Daunnya tunggal, benbentuk bulat telur, pertulangan menjari, ujung tumpul, tepi bergerigi, dan pangkal berlekuk. Panjang daun 6—15 cm dan lebarnva 5—8 cm. Tangkai daun bulat berwarna hijau, dengan panjang 4—7 cm.
Bunga rosela yang keluar dari ketiak daun merupakan bunga tunggal, artinya pada seliap tangkai hanya lerdapat satu bungar Bunga ini mempunyai 8— 11 helai kelopak yang berbulu, panjangnya 1 cm, pangkalnya saling berlekatan, dan berwarna merah. Kelopak bunga ini sering dianggap sebagai bunga oleh masyarakat. Bagian inilah yang sering dimanfaatkan sebagai bahan makanan dan minuman
Mahkota bunga berbentuk corong, Terdiri dari 5 helaian, panjangnya 3-5 cm. Tangkai sari yang merupakan tempat melekatnya kumpulan benang sari berukuran pendek dan tebal, panjangnya sekitar 5 mm dan lebar sekitar 5 mm. Putiknya berbentuk tabung, berwarna kuning atau merah.
Buahnya berbentuk kotak kerucut, berambut, terbagi menjadi 5 ruang, berwarna merah. Bentuk biji menyerupai ginjal, berbulu, dengan panjang 5 mm dan lebar 4 mm. Saat masih muda, biji berwarna putih dan setelah tua berubah menjadi abu-abu
D.      Manfaat
Bunga Rosela untuk Mencegah Penyakit Kanker dan Radang
Umumnya masyarakat mengenal dengan nama Rosela, Rosella atau Roselle (Hibiscus sabdariffa L.). Dari segi kesehatan, ternyata Rosela mempunyai manfaat untuk pencegahan penyakit. Menurut penelitian Ballitas Malang, bunga rosella, terutama dari tanaman yang berkelopak bunga tebal (juicy), misalnya Rosela Merah berguna untuk mencegah penyakit Kanker dan Radang, mengendalikan tekanan darah, melancarkan peredaran darah dan melancarkan buang air besar.


CIPLUKAN ( Physalis angulata)
A.  Klasifikasi
Kingdom  : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi     : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas     : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Asteridae
Ordo      : Solanales
Famili     : Solanaceae (suku terung-terungan)
Genus     : Physalis
Spesies   : Physalis angulata L.
Nama Lokal :Ciplukan (Indonesia), Ceplukan (Jawa); Cecendet (Sunda), Yor-yoran (Madura),

B.  DESKRIPSI
Tumbuhan ini tumbuh dengan subur di dataran rendah sampai ketinggian 1550 meter diatas permukaan laut, tersebar di tanah tegalan, sawah-sawah kering, serta dapat ditemukan di hutan-hutan jati Tumbuhan Ciplukan (Physalis minina) merupakan tumbuhan liar, berupa semak/perdu yang rendah (biasanya tingginya sampai 1 meter) dan mempunyai umur kurang lebih 1 tahun..
C.  MORFOLOGI
a)  Bunga
Bunganya berwarna kuning,
b)  Buah
buahnya berbentuk bulat dan berwarna hijau kekuningan bila masih muda, tetapi bila sudah tua berwarna coklat dengan rasa asam-asam manis. Buah Ciplukan yang muda dilindungi cangkap (kerudung penutup buah).
c)  Batang:
percabangan mengarpu, bersegi tajam, berusuk, berongga, bagian hijau berambut pendek Daun: simetris, tulang daun menyirip, ujung daun lancip, tepi sedikit bergerigi, tunggal bertangkai, helaian berbentuk bulat memanjang Akar: tunggang, sekelilingnya akar sekunder

D.  Budi Daya
 Perbanyak tanaman dengan biji. Biji disemai kemudian tanaman muda dipindahkan ketempat penanaman. Pemeliharaan tanaman ini mudah, seperti tanaman lain dibutuhkan cukup air dengan penyiraman atau dengan menjaga kelembabab tanah. Disamping itu juga dibutuhkan pemupukan terutama pupuk dasar.

E.  Manfaat
Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan akar, daun dan buah. Tumbuhan ini bersifat analgetik, peluruh air seni, menetralkan racun (detoxifies), meredakan batuk, mengaktifkan fungsi kelenjar tubuh Influenza dan Sakit Batuk Rejan (pertusis), Bronchitis, Gondongan -  sama seperti pengobatan Influenza

Cabai
Capsicum annum L.

Klasifikasi
Kingdom
    : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom
: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi
: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi
       : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas
       : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas
   : Asteridae
Ordo
        : Solanales
Famili
       : Solanaceae (suku terung-terungan)
Genus
       : Capsicum
Spesies     : Capsicum annum L.
Deskripsi
Bentuk tanamannya seperti sirih, merambat, memanjat, membelit, dan melata. Daunnya berbentuk bulat telur sampai lonjong, pangkal daun berbentuk jantung atau membulat, ujung daun runcing dengan bintik-bintik kelenjar. buahnya majemuk bulir, bentuknya bulat panjang atau silindris, dan ujungnya mengecil. Buah yang belum tua berwarna kelabu, kemudian menjadi hijau, selanjutnya kuning, merah, serta lunak. Rasanya pedas dan tajam aromatis[1].

Manfaat
Cabai merah Besar (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu jenis sayuran yang memilki nilai ekonomi yang tinggi. Cabai mengandung berbagai macam senyawa yang berguna bagi kesehatan manusia. Sun et al. (2007) melaporkan cabai mengandung antioksidan yang berfungsi untuk menjaga tubuh dari serangan radikal bebas. Kandungan terbesar antioksidan ini adalah pada cabai hijau. Cabai juga mengandung Lasparaginase dan Capsaicin yang berperan sebagai zat anti kanker (Kilham 2006; Bano & Sivaramakrishnan 1980). Cabai (Capsicum annum L) merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak dibudidayakan oleh petani di Indonesia karena memiliki harga jual yang tinggi dan memiliki beberapa manfaat kesehatan yang salah satunya adalah zat capsaicin yang berfungsi dalam mengendalikan penyakit kanker. Selain itu kandungan vitamin C yang cukup tinggi pada cabai dapat memenuhi kebutuhan harian setiap orang, namun harus di konsumsi secukupnya untuk menghindari nyeri lambung.

SAWI
Divisi       : Spermatophyta.
Subdivisi
   : Angiospermae.
Kelas
      : Dicotyledonae.
Ordo
       : Rhoeadales (Brassicales).
Famili
       : Cruciferae (Brassicaceae).
Genus
       : Brassica.
Spesies
     : Brassica Juncea.
Deskripsi
Sawi (Brassica juncea) merupakan tanaman semusim yang berdaun lonjong, halus, tidak berbulu, dan tidak berkrop.
Manfaat
Manfaat sawi sangat baik untuk menghilangkan rasa gatal di tenggorokan pada penderita batuk. Penyembuh penyakit kepala, bahan pembersih darah, memperbaiki fungsi ginjal, serta memperbaiki dan memperlancar pencernaan.
Sedangkan kandungan yang terdapat pada sawi adalah
protein, lemak, karbohidrat, Ca, P, Fe, Vitamin A, Vitamin B, dan Vitamin C.

Belimbing
Averrhoa carambola L

Klasifikasi
Kingdom
    : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom
: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi
: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi
       : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas
       : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas
   : Rosidae
Ordo
        : Geraniales
 Famili
            : Oxalidaceae
Genus
       : Averrhoa
Spesies
     : Averrhoa carambola L
Deskripsi
Pohon ini memiliki daun majemuk yang panjangnya dapat mencapai 50 cm, bunga berwarna merah muda yang umumnya muncul di ujung dahan. Pohon ini bercabang banyak dan dapat tumbuh hingga mencapai 5 m. Tidak seperi tanaman tropis lainnya, pohon belimbing tidak memerlukan banyak sinar matahari. Penyebaran pohon belimbing sangat luas, karena benihnya disebarkan oleh lebah.
Buah belimbing berwarna kuning kehijauan. Saat baru tumbuh, buahnya berwarna hijau. Jika dipotong, buah ini mempunyai penampang yang berbentuk bintang. Berbiji kecil dan berwarna coklat. Buah ini renyah saat dimakan, rasanya manis dan sedikit asam. Buah ini mengandung banyak vitamin C.
Salah satu jenis dari belimbing, yang disebut belimbing wuluh, sering digunakan untuk bumbu masakan, terutama untuk memberi rasa asam pada masakan.
Salah satu wilayah yang terkenal akan produksi belimbing adalah Demak, Jawa Tengah. Belimbing Demak terkenal berukuran besar, warnaya kuning cerah dan rasanya manis.
Daun belimbing sayur dapat dipakai sebagai obat usus buntu. Ambil daun belimbing, cuci bersih dengan air hangat lalu tumbuk hingga halus. Beri sedikit air, kemudian peras sehingga mendapatkan ramuan yang kental. Seduhlah ramuan ini dengan menggunakan setengah cangkir air panas. Minumlah dua kali sehari, pagi dan malam hingga Anda sembuh.












DAFTAR PUSTAKA


Benson, L. 1957.  Plant Classification. pp: 33-42. Boston D.C.: Heath and           
     Company
Duke. J.1983. Handbook of Energy Tanaman. Gadjah Mada University   
     Press. Yogyakarta
 Fahn, A. 1990. Plant Anatomi. 4th Ed. London: Butterwort-Heinemann 
     Ltd.
Steenis, Van. 1981. Flora cetakan ketiga. P T Pradnya Paramita. jakarta                                                             
Tjitrosoepomo, G. 1993. Taksonomi Umum. Yogyakarta : Gajah
    Mada University press
Tjitrosoepomo, G. 1996. Taksonomi Tumbuhan. Yogyakarta : Gajah
    Mada University press
Tjitrosoepomo, G. 1997. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta : Gajah
    Mada University press


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar