Senin, 19 Desember 2011

LAPORAN PRAKTIKUM TAKSONOMI TUMBUHAN ACARA VI Deskripsi dan Morfologi Tumbuhan Family Rocaceae, Rutaceae, Sterculiaceae, Rubiaceae


LAPORAN PRAKTIKUM
TAKSONOMI TUMBUHAN

ACARA VI
Deskripsi dan Morfologi Tumbuhan
Family Rocaceae, Rutaceae, Sterculiaceae, Rubiaceae

 


Disusun Oleh :

Nama     : Igar Riswanto
NIM       : A1L010116
Rombongan     : C1
Asisten    : Prissyla H.F



KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
UNIVERSITAS JENDRAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PERTANIAN
AGROTEKNOLOGI
PURWOKERTO
2011
I.       Metode Praktikum
A.  BAHAN dan ALAT
1.   BAHAN
Bahan yang digunakan dalam praktikum kali ini meliputi :
1.   Tanaman jeruk nipis
2.  Tanaman jeruk purut
3.  Tanaman jeruk sunkist
4.  Tanaman Mawar
5.  Tanaman Cacoa
2.  ALAT
Alat yang digunakan dalam praktikum kali ini antara lain :
1.   Alat tulis
2.  Lembar pengamatan
3.  Penggaris
4.  Buku refrensi

B.  Prosedur Kerja
1.   Alat tulis, tanaman dan lembar pengamatan disiapkan
2.  Amati tanaman dan kemudian digambar
3.  Catat deskripsi dan morfologi tanaman tersebut














II.      PEMBAHASAN
Jeruk purut
Klasifikasi
Kingdom
    : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom
: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi
: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi
       : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas
       : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas
   : Rosidae
Ordo
        : Sapindales
Famili
       : Rutaceae (suku jeruk-jerukan)
Genus
       : Citrus
Spesies
     : Citrus hystrix Dc
Morfologi
Organa nutriva atau alat hara ialah semua bagian tubuh tumbuhan yang secara langsung ataupun tidak langsung berguna untuk menegakkan kehidupan tumbuhan yaitu yang terutama berguna untuk penegakkan, pengolahan, pengangkutan, dan penimbunan zat –zat makanan (Tjitrosoepomo, 2003).

a)        Akar (Radix)

Sistem perakaran tanaman jeruk ialah tunggang. Merupakan sistem akar tunggang sebab akar lembaga tumbuh terus menjadi akar pokok yang bercabang–cabang menjadi akar–akar yang lebih kecil. Akar tunggangnya bercabang.

b)        Batang (Caulis)
Bagian batangnya bengkok atau bersudut, agak kecil, bercabang rendah tajuknya tidak beraturan, cabang – cabangnya rapat, dahan – dahannya kecil dan bersudut tajam, yang lebih tua bulat, bewarna hijau tua, polos, berbintik – bintik di ketiak daun. Durinya pendek kaku, berbentuk seperti cundrik, berwarna hitam, ujungya berwarna coklat dan panjangya 0,2 – 1 cm (Anonim, 1994). Arah tumbuh batang tegak lurus (erectus), percabangannya monopodial. Merupakan batang berkayu (lignosus) dengan bentuk bulat.
c)        Daun (Folium)
Daun jeruk purut ini terpencar atau silih berganti, bertangkai, berdaun satu, bentuknya bulat telur, ujungnya tumpul, berbau sedap, berwarna hijau kuning,. Tangkai daun bersayap lebar, hampir menyerupai daun, berwarna hijau kuning (Anonim , 1994).
d)        Bunga (flos)
Pada umumnya bunga jeruk bewarna putih, kecuali jeruk nipis dan jeruk purut bunganya agak bewarna ungu sampai merah. Bunga jeruk keluar dari ketiak daun atau pucuk ranting yang masih muda, berbau harum dan banyak mengandung nectar atau kelenjar madu (Soelarso, 2000).
e)        Buah (fruktus)
Bakal buah menumpang, bentuknya bulat dan bulat pendekatau elips. Buah jeruk tergolong buah sejati, tunggal dan berdaging. Oleh karena itu buah yang masak, tidak pecah. Satu bunga menjadi satu bakal buah saja. Dinding kulit tebal dengan lapisan yang kak, bau menyengat dan mengandung minyak atsiri. Lapisan ini disebut flavedo., bewarna hijau dan bisa  masak bewarna kuning atau jingga.Lapisan tengah seperti spon yanng terdiri atas jaringan bunga karang bewarna putih disebut albedo, sedangkan lapisan dalm bersekat membentuk ruang (Soelarso, 2000).Buah jeruk (hesperidium), buah ini dapat pula disebut buah buni (Tjitrosoepomo, 2003
f)         Biji (semen)
Jeruk purut dalam tiap ruangnya, bentuknya bewarna kuning keputihan. Apabila dibelah secara melintang dapt terlihat terbentuknya ruangan yang ada bijinya dan sekat – sekat yang memisahkan. Biji jeruk mengalami poliembrioni, jika dari satu biji yang berkecambah kemudian muncul lebih dari satu tumbuhan baru.
Manfaat
Bagian tanaman jeruk purut yang daat digunakan adalah daun dan buah. Buah jeruk purut dapat digunakan untuk mengatasi influenza, badan terasa lelah, rambut kepala yang bau(mewangikan kulit kepala) dan kulit bersisik dan mengelupas. Daun pohon jeruk purut juga dapat di gunakan untuk mengatasi badan letih, lemah sehabis sakit berat.

KAKAO
Theobroma cacao L.

Klasifikasi
Kingdom
     : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom
  : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi
  : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi
         : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas
         : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas
    : Dilleniidae
Ordo
         : Malvales
Famili
        : Sterculiaceae
Genus
        : Theobroma
 Spesies
             : Theobroma cacao L.

MORFOLOGI
a)        Pohon
Kakao merupakan tumbuhan tahunan (perennial) berbentuk pohon, di alam dapat mencapai ketinggian 10m. Meskipun demikian, dalam pembudidayaan tingginya dibuat tidak lebih dari 5m tetapi dengan tajukmenyamping yang meluas. Hal ini dilakukan untuk memperbanyak cabang produktif.
b)        Bunga
bunga kakao, sebagaimana anggota Sterculiaceae lainnya, tumbuh langsung dari batang (cauliflorous). Bunga sempurna berukuran kecil (diameter maksimum 3cm), tunggal, namun nampak terangkai karena sering sejumlah bunga muncul dari satu titik tunas.
Bunga kakao tumbuh dari batang.
Penyerbukan bunga dilakukan oleh serangga (terutama lalat kecil (midgeForcipomyia, semut bersayap, afid, dan beberapa lebah Trigona) yang biasanya terjadi pada malam hari1. Bunga siap diserbuki dalam jangka waktu beberapa hari.
Kakao secara umum adalah tumbuhan menyerbuk silang dan memiliki sistem inkompatibilitas-sendiri (lihatpenyerbukan). Walaupun demikian, beberapa varietas kakao mampu melakukan penyerbukan sendiri dan menghasilkan jenis komoditi dengan nilai jual yang lebih tinggi.
c)        Buah
Buah tumbuh dari bunga yang diserbuki. Ukuran buah jauh lebih besar dari bunganya, dan berbentuk bulat hingga memanjang. Buah terdiri dari 5 daun buah dan memiliki ruang dan di dalamnya terdapat biji. Warna buah berubah-ubah. Sewaktu muda berwarna hijau hingga ungu. Apabila masak kulit luar buah biasanya berwarna kuning.
d)        Biji
Biji terangkai pada plasenta yang tumbuh dari pangkal buah, di bagian dalam. Biji dilindungi oleh salut biji (aril) lunak berwarna putih. Dalam stilah pertanian disebut pulpEndospermia biji mengandung lemak dengan kadar yang cukup tinggi. Dalam pengolahan pascapanen, pulp difermentasi selama tiga hari lalu biji dikeringkan di bawah sinar matahari.



BUNGA MAWAR
Klasifikasi
Kingdom    : Plantae
Divisi       : Spermatophyta
Sub Divisi
   : Angiospermae
Kelas
       : Dicotyledonae
Ordo
        : Rosanales
Famil
       : Rosaceae
Genus
       : Rosa
Species
     : Rosa damascena Mill., R. multiflora Thunb., R. hybrida Hort., dll
 Nama ilmiah     : Rubus moluccanus Linn

Deskripsi
Rosa sericea yang hanya memiliki 4 helai daun mahkota.
Jenis tumbuhan perdu yang memanjat dengan tinggi antara 3-10 meter
1.         Tumbuh diatas 200 m dpl
a)        Daun
Sebagian besar spesies mempunyai daun yang panjangnya antara 5-15 cm, dua-dua berlawanan (pinnate). Daun majemuk yang tiap tangkai daun terdiri dari paling sedikit 3 atau 5 hingga 9 atau 13 anak daun dan daun penumpu (stipula) berbentuk lonjong, pertulangan menyirip, tepi tepi beringgit, meruncing pada ujung daun dan berduri pada batang yang dekat ke tanah.
b)        Bunga
Bunga terdiri dari 5 helai daun mahkota dengan perkecualian bunga biasanya putih dan merah jambu atau kuning dan merah pada beberapa spesies. Ovari berada di bagian bawah daun mahkota dan daun kelopak.
c)        Buah mawar (rose hips) dari Rosa canina
Bunga menghasilkan buah agregat (berkembang dari satu bunga dengan banyak putik) yang disebut rose hips. Masing-masing putik berkembang menjadi satu buah tunggal (achene), sedangkan kumpulan buah tunggal dibungkus daging buah pada bagian luar. Spesies dengan bunga yang terbuka lebar lebih mengundang kedatangan lebah atau serangga lain yang membantu penyerbukan sehingga cenderung menghasilkan lebih banyak buah. Mawar hasil pemuliaan menghasilkan bunga yang daun mahkotanya menutup rapat sehingga menyulitkan penyerbukan. Sebagian buah mawar berwarna merah dengan beberapa perkecualian seperti Rosa pimpinellifolia yang menghasilkan buah berwarna ungu gelap hingga hitam.

TANAMAN JERUK SANKIS
Triphasia trifoliaKlasifikasi
Kingdom     
    : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom
:Tracheobionta(Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi
      : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi          
  : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas
       : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kela
    : Rosidae
Ordo     
  : Sapindales
Famili       
     : Rutaceae (suku jeruk-jerukan)
Genus      
      : Triphasia
Spesies     
     : Triphasia trifolia Dc
     
Deskripsi
a)  Habitus  :
Perdu, tahunan, tinggi ± 3 m.
b)  Batang   :
 Tegak, silindris, berkayu, berduri, percabangan simpodial, hijau.

c)  Daun    :
      Majemuk, lonjong, berseling, panjang 2-3 cm, lebar 0,9-1,5 cm,  
           tepi beringgit, ujung runcing, pangkal membulat, pertulangan menyirip,
           permukaan berbintik, tangkai silindris, panjang ± 0,3 cm, hijau.
d)  Bunga    :
Majemuk, bentuk corong, di ketiak daun, tangkai silindris,
panjang 0,5-1 cm, hijau, kelopak bersayap tiga, hijau, mahkota memanjang, putih, benang sari panjang + 2 mm, hijau kekuningan, kepala sari kuning,
           kepala putik kecil, coklat, bertangkai silindris, kuning kehijauan, panjang ±
          0,3 mm, putih kekuningan.
e)  Buah     :
Buni, masih muda hijau setelah tua merah.
f)   Biji :
 Kotak, bersegi, putih.
g)  Akar     :
Tunggang, kuning kecoklatan

Khasiat  jeruk sunkist
1.   Meningkatkan kekebalan tubuh, memperkuat limfa, menurunkan kolesterol serta mengobati infeksi dan demam.
  1. kulit jeruk sunkist juga sangat berguna untuk mengusir nyamuk

Tanaman Jeruk Nipis
-                      Klasifikasi
Kingdom
    : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom
: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi
: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi
       : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas
       : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas
   : Rosidae
Ordo
        : Sapindales
Famili
       : Rutaceae (suku jeruk-jerukan)
Genus
       : Citrus
Spesies
     : Citrus aurantifolia (Christm.) Swing

Jeruk nipis atau limau nipis adalah tumbuhan perdu yang menghasilkan buah dengan nama sama. Tumbuhan ini dimanfaatkan buahnya, yang biasanya bulat, berwarna hijau atau kuning, memiliki diameter 3-6 cm, umumnya mengandung daging buah masam, agak serupa rasanya dengan lemon. Jeruk nipis, yang sering dinamakan secara salah kaprah sebagai jeruk limau, dipakai perasan isi buahnya untuk memasamkan makanan, seperti pada soto. Fungsinya sama dengan cuka. Sebagai bahan obat tradisional, perasan langsung buah jeruk nipis dipakai sebagai obat batuk, diberikan bersama dengan kapur untuk menurunkan demam. Perasannya juga dipakai sebagai obat batuk.
Jeruk nipis (citrusaurantifolia) termasuk salah satu jenis citrus Geruk. Jeruk nipis termasuk jenis tumbuhan perdu yang banyak memiliki dahan dan ranting. Batang pohonnya berkayu ulet dan keras. Sedang permukaan kulit luarnya berwarna tua dan kusam. Tanaman jeruk nipis pada umur 2 1/2 tahun sudah mulai berbuah. Bunganya berukuran kecil-kecil berwama putih dan buahnya berbentuk bulat sebesar bola pingpong berwarna (kulit luar) hijau atau kekuning-kuningan. Buah jeruk nipis yang sudah tua rasanya asam. Tanaman jeruk umumnya menyukai tempat-tempat yang dapat memperoleh sinar matahari langsung.

Manfaatnya adalah :
-          Amandel
-          Malaria
-          Ambeien
-          Sesak Nafas
-          Influenza
-          Batuk
-          Sakit panas
-          Sembelit

DAFTAR PUSTAKA


Benson, L. 1957.  Plant Classification. pp: 33-42. Boston D.C.: Heath and           
         Company
Duke. J.1983. Handbook of Energy Tanaman. Gadjah Mada University   
         Press. Yogyakarta
 Fahn, A. 1990. Plant Anatomi. 4th Ed. London: Butterwort-Heinemann 
         Ltd.
Steenis, Van. 1981. Flora cetakan ketiga. P T Pradnya Paramita. jakarta                                                            
Tjitrosoepomo, G. 1993. Taksonomi Umum. Yogyakarta : Gajah
         Mada University press
Tjitrosoepomo, G. 1996. Taksonomi Tumbuhan. Yogyakarta : Gajah
         Mada University press
Tjitrosoepomo, G. 1997. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta : Gajah
         Mada University press

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar